Hindari Potensi Penyimpangan Keuangan, Bupati Pesisir Selatan Minta Sistem Transaksi Non Tunai pada Tahun 2019 Dimaksimalkan

INDONESIASATU.CO.ID:

PESISIR SELATAN, 14/2/2019 - Penerapan sistem transaksi non tunai tahun 2019 di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan mesti lebih maksimal dibanding tahun 2018 lalu. Hal itu disampaikan Bupati Pesisir Selatan, H.Hendrajoni, Kamis (14/2).

Menurut bupati, melalui sistem transaksi non tunai itu dapat menghindari potensi-potensi kecurangan atau penyimpangan keuangan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan.

Disisi lain lanjutnya, Pemkab Pesisir Selatan tetap melakukan pengawasan agar keuangan daerah dapat direalisasikan sesuai aturan yang berlaku.

Dikatakan, ditengah pusaran perubahan, maka Pemkab Pessel sedang menuju pemerintahan pola administrasi modern, bahkan saat ini hampir semua pelayanan sudah menggunakan aplikasi IT.

Yang jelas IT selalu membuat pelayanan lebih mudah,  cepat dan lugas.  Dikatakan, selain penerapan transaksi non tunai, pemkab juga terus melakukan berbagai terobosan pembangunan.

Antara lain, pembangunan sarana dan sarana pasar modern di kecamatan seperti Pasar Koto Barapak, Kecamatan Bayang, Pasar Kambang, Kecamatan Lengayang dan Pasar Tapan, Kecamatan Basa Ampek Balai.

Kemudian tahun 2019 ini berbagai pembangunan infrastruktur ekonomi berlanjut. Disebutkan, keberadaan pasar sangat penting, karena menjadi pusat ekonomi bagi masyarakat.

Oleh karena itu, pemkab memberikan perhatian serius pada pembangunan pasar dan menciptakan pasar yang bersih, indah dan nyaman. Lanjutnya, pemkab juga telah membangun kantor seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, mess atlet di GOR H.Ilyas Yakup Painan, auditorium dan sebagainya.

Ia menambahkan, selain fokus membangun infrastruktur ekonomi, pemkab juga fokus membangun SDM, meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, keagamaan, sosial budaya dan lainnya. (***)

  • Whatsapp

Index Berita